members of association of the indonesian tours and travel agencies
NIA : 045/VI/DPP/2006
Showing posts with label jambi destinations. Show all posts

Eksistensi Komunitas Sebagai Motor Penggerak Pariwisata di Kabupaten Kerinci dan Merangin - Prologue

Danau Lingkat, Lempur, Kerinci

Pada level grassroot, diperlukan langkah yang intensif bergerak agar terjadi percepatan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin.

Beruntungnya hingga kini, setiap kawasan wisata telah memiliki penggiat pariwisata yang semakin memantapkan eksistensi kawasan ini untuk menjalankan pariwisata yang bertanggung jawab, yang bertindak sebagai perencana, pelaku, pengontrol, dan sekaligus mengevaluasinya, secara mandiri. Terbukti dengan tetap bergeraknya para penggiat pariwisata ini, seperti di Kabupaten Kerinci ada beberapa komunitas penggerak pariwisata, antara lain :
a) PENCAGURA, di Kawasan Desa Lempur dan Sekitarnya
b) Kerinci Travelling, di Sungai Penuh.
c) Jelajah Kerinci, di Kayu Aro.
d) Kerinci Birdwatching, di Sungai Penuh.
e) Kerinci Petualang, di Kayu Aro.
f) Adventure Trail Community, di daerah Hiang.
g) Kerinci Trekking, di Kayu Aro.
h) Explore Kerinci, di Lempur.
i) Komunitas Rapani, di Kayu Aro.
j) Komunitas Indrapura, di Kayu Aro.
k) Komunitas Subandi di Kayu Aro.
l) Dan komunitas lain yang belum disebutkan disini, yang telah berkontribusi besar sebagai Kelompok Penggerak Pariwisata Mandiri di Kabupaten Kerinci.

Begitu juga dengan Kabupaten Merangin, komunitas lokal juga sudah bergerak dibawah dengan melaksanakan program - program kecil yang mendukung pengembangan pariwisata, contohnya :
    a) HAMPA (Himpunan Masyarakat Peduli Alam).
    b) GEMMPA.
    c) Bumi Merangin (http://bumimerangin.blogspot.co.id/p/profil.html).
    d) Dan komunitas lain yang belum disebutkan disini, yang telah berkontribusi besar sebagai Kelompok Penggerak Pariwisata Mandiri di Kabupaten Merangin.

    Berperahu di awan, Danau Gunung Tujuh, Kerinci

    Para penggiat pariwisata di Kabupaten Kerinci dan Merangin ini bekerja tanpa bergantung dengan budget dan bersifat mandiri.

    Diawali dari hobi yang menghasilkan pendapatan, dan akhirnya menjadi tempat bergantung untuk hidup, yang tanpa mereka sadari, berimbas pada pendapatan asli desa dan kabupaten dari sektor pariwisata.

    Apabila lebih didukung oleh pemerintah kabupaten dalam bentuk pembinaaan berkelanjutan, seperti peningkatan capacity building, pelibatan dalam perencanaan kawasan dan lainnya, percepatan pembangunan pariwisata bisa dicapai, dengan lebih memperhatikan aspek kebutuhan primer, sekunder dan tersier suatu destinasi wisata yang dikembangkan.

    Kebijakan - kebijakan program dan regulasi pada bidang pariwisata kabupaten memegang peranan penting bagi para pengeksekusi di lapangan. Para pemangku kepentingan harus lebih melihat realita di lapangan, yang berdasar pada kebutuhan dan keinginan pasar.

    Saat ini, walau dipandang sebelah mata dan tanpa payung hukum yang jelas, bahkan terkesan ilegal, para komunitas tetap bergerak untuk mencoba membangun pariwisata di daerahnya. Tanpa disadari, mereka mulai sadar akan fungsinya sebagai inisiator.


    Rafting Air Batu, Merangin

    Diharap, para pembuat kebijakan yang bertindak selaku fasilitator dan dinamisator, harus mengimbangi dengan kinerja yang terukur, jeli memandang dan memproyeksikan masa depan pariwisata, agar dapat menjalankan percepatan pembangunan pariwisata di kabupaten anda.

    Pada intinya, para komunitas dibawah sudah berbuat dan bergerak terus untuk membangun. Bagaimana anda, para pemangku kepentingan, memfasilitasi dan mendukung mereka?

    Akankah cepat sadar akan peran dan fungsi anda?

    Atau hanya akan mengaku-ngaku sebagai “Pembina” saat para komunitas sudah berhasil dalam berbuat?

    RANTAU PANJANG - MERANGIN : MENGENAL DESTINASI WISATA JAMBI

    Rumah Tuo Rantau Panjang berumur 685 tahun pada tahun 2016

    Kawasan Desa Rantau Panjang merupakan sebuah perkampungan tua dengan rumah - rumah tua yang syarat dengan pesona budaya dan sejarah, belum seutuhnya dikembangkan dan dijual sebagai sumber pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.

    Rumah tertua di kawasan ini adalah rumah berumur 685 tahun pada tahun ini, yang tetap dihuni oleh keturunan asli, sekarang ini menjadi warisan untuk keturunan ke-14.


    Rantaupandjang, Djambi (1914-1921) oleh Tassilo Adam seorang photographer Jerman - Koleksi Photo TROPENMUSEUM Amsterdam Belanda

    Juga, sebuah event lokal yang melibatkan warga desa yang disebut dengan Panyudon Silek, diawali dengan membantai kerbau pada hari ke-2 sebelum bulan puasa tiba dan acara inti dilaksanakan pada hari ke-2 (dua) Lebaran Idul Fitri, melibatkan beberapa desa yang masuk dalam Marga Rantau Panjang, dan prosesi ritual Penyudahan Hari pada hari ke-7 atau ke-8 setelah Lebaran Idul Fitri, yang merupakan tanda diperbolehkannya lagi warga untuk memulai aktifitas kehidupan sehari - hari warga yang tinggal di Desa Rantau Panjang atau perantauan asal Rantau Panjang yang hendak kembali ke daerah rantauannya.

    Kuliner khas Rantau Panjang yang patut dicicipi waktu berkunjung adalah Sambal Kemangi, Gulai Belut Pakis, Gulai Ampai. Begitu juga dengan tarian khas lokal Rantau Panjang, seperti Tari Semayo, Tari Ketalang Petang, Tari Dendang Rumah Tuo, dan Tari Persembahan yang diperuntukkan bagi sambutan kedatangan wisatawan atau tamu penting saat mengunjungi kawasan Desa Rantau Panjang dan Sekitarnya, merupakan bagian penting budaya khas untuk dinikmati wisatawan.

    Tradisi Tengkuluk dikenakan oleh ibu - ibu Rantau Panjang

    AKSESIBILITAS

    Kawasan Desa Rantau Panjang berjarak 288 Km dari Kota Jambi, berjarak 369 Km dari Kota Padang, dan berjarak 87 Km dari Kota Bungo, yang mempunyai bandar udara.

    Perjalanan dari Kota Bangko ke kawasan Desa Rantau Panjang berjarak 28 Km, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 0,5 - 1 jam dengan menggunakan transportasi pribadi.

    Tipe jalan menuju kawasan adalah jalan aspal dengan lebar 4 - 6 meter pada jalan negara, dan jalan aspal lebar 3 meter masuk jalan kabupaten sejauh ± 5 Km. Kondisi jalannya yang baik perlu dipertahankan sebagai unsur kekuatan destinasi wisata.

    Rantau Panjang Bird View

    AKOMODASI

    Anda ingin mencoba menginap dirumah tua ini? Kawasan Desa Rantau Panjang dan sekitarnya menyediakan fasilitas akomodasi, berupa homestay. Hingga kini terdaftar, 3 homestay siap untuk dipergunakan tersebar di sekitar Rumah Tuo Desa Rantau Panjang.

    Pak Iskandar (memakai peci putih) merupakan keturunan ke-14 Rumah Tuo Rantau Panjang

    SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG

    Sarana dan prasarana penunjang lainnya yang ada di sekitar kawasan Desa Rantau Panjang dan sekitarnya adalah puskesmas, tersedianya jaringan telepon dan internet untuk beberapa provider selular, dan tersedianya beberapa rumah makan di sekitar pasar dalam kawasan ini.


    Anda tertarik mengetahui lebih dalam tentang arsitektur Rumah Tuo Rantau Panjang dan berkunjung kesini?


    Segera hubungi tour planner kami dan temukan kekayaan kearipan lokal Indonesia masa lampau disini !

    AIR BATU - GEOPARK MERANGIN : MENGENAL DESTINASI WISATA JAMBI


    Pernah dengar kata geopark? Di Jambi ada juga geopark, yaitu Geopark Merangin Jambi memiliki luas 20.360 kilometer persegi. Kawasan Desa Air Batu dan sekitarnya merupakan bagian dari Geopark Merangin Jambi, yang masuk dalam kawasan Jambi Flora, yang berada di jalur Sungai Batang Merangin. Ibarat parit batu raksasa, formasi bebatuan taman bumi ini terkenal dengan arung jeramnya yang cukup menantang.

    Geopark Merangin Jambi ini terbagi atas empat bagian, yaitu Paleobotani Park Merangin, Highland Park Kerinci, Geo-Cultural Park Sarolangun, dan Godwana Park Pegunungan Bukit Tiga Puluh (Tanjung Jabung Barat).

    Paleobotani Park Merangin terbagi atas tiga zona, yaitu Zona Tangkapan (gerbang utama) di kawasan Kota Bangko, Zona Inti Geoconservation, Bioconservation, Cultural, dan Conservation serta Zona Penyangga yang merupakan daerah sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

    Luas Paleobotani Park Merangin adalah 1.551 kilometer persegi yang terbagi atas dua zona. Zona pertama disebut Geoconservation. Di sana terdapat dua blok, yaitu kawasan Jambi Flora, yang meliputi Desa Air Batu hingga Desa Biuku Tanjung, serta kawasan Kars Sengayau di Sungai Manau dan Kars Jangkat. Kars Sengayau meliputi 13 (tiga belas) gua yang pernah ditempuh masyarakat setempat selama 12 hari. Zona kedua disebut Bioconservation, yaitu kawasan hutan lindung dan hutan adat di Merangin. Salah satunya, Hutan Adat Guguk di Desa Guguk, Kecamatan Renah Pembarap, yang memiliki luas sekitar 690 hektar (http://www.jpnn.com/read/2014/09/21/259158/Geopark-Merangin-Menuju-Warisan-Dunia).

    Jalur trekking di kawasan ini telah berjalan sebagai tour package yang bisa menjual keanekaragaman hayati kawasan ini. Munculnya paket River Hiking Mengkarang pun mulai menarik dilirik sebagai alternative activities oleh wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini, selain berarung jeram yang memiliki beberapa jeram yang menantang sepanjang rafting route dari Desa Air Batu hingga Ujung Tanjung.

    Keterlibatan komunitas lokal dan masyarakat sekitar sangat membantu perkembangan pariwisata di kawasan ini. Seperti tetap terjaganya budaya lokal, seperti Tari Sayak yang telah dinobatkan sebagai Warisan Tak Benda Nasional, tradisi Ketalang Petang Desa Air Batu, hingga kompleks puing perkampungan tua dan pemakaman yang diperkirakan dibangun pada masa awal sejarah atau akhir prasejarah, ditemukan oleh peneliti arkeologi dalam tim peneliti Geopark Merangin (http://infomerangin.blogspot.co.id/2012/04/arkeolog-temukan-makam-kuno-di-jambi.html).

    AKSESIBILITAS
    Kawasan Desa Air Batu berjarak 301 Km dari Kota Jambi, berjarak 374 Km dari Kota Padang, dan berjarak 115 Km dari Kota Bungo, yang mempunyai bandar udara. Perjalanan dari Kota Bangko ke kawasan Desa Desa Air Batu berjarak 41 Km, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 - 1,5 jam dengan menggunakan transportasi pribadi.

    Tipe jalan menuju kawasan adalah jalan aspal dengan lebar 4 meter pada Jalan Negara, dan jalan 3 meter masuk jalan kabupaten sejauh 12 Km. Kondisi jalannya yang kurang baik pada jalan kabupaten memerlukan perhatian khusus.



    AKOMODASI
    Kawasan Desa Air Batu dan sekitarnya menyediakan fasilitas akomodasi, berupa homestay. Hingga kini terdaftar, 10 (sepuluh) homestay dengan jumlah total kamar 19 (sembilan belas) kamar, siap untuk dipergunakan tersebar di Desa Air Batu dan sekitarnya.
    Tabel Data Homestay Desa Air Batu dan Sekitarnya
    ANA DAN PRASARANA PENUNJANG
    Sarana dan prasarana penunjang yang ada di sekitar kawasan Desa Air Batu dan sekitarnya adalah Puskesmas dan tersedianya bangunan sekretariat organisasi lokal, HAMPA, yang difungsikan sebagai museum mini bagi pengunjung sebelum melaksanakan arung jeram yang mengambil start di Jeram Ladeh.


    Mau berkunjung kesini dan berarung jeram di Geopark Merangin? 
    Silahkan hubungi tour planner kami !

    MUARA MADRAS - MERANGIN : MENGENAL DESTINASI WISATA JAMBI

    Desa Tua Muara Madras
    Kawasan Desa Muara Madras berada pada topografi alam berupa bukit dan gunung berjajar, dengan Gunung Masurai (2.935 mdpl) yang merupakan puncak tertinggi di kawasan ini, memiliki 2 (dua) buah danau vulkanik, yaitu Danau Kumbang dan Danau Mabuk, dengan pintu gerbang pendakian di Desa Sungai Lalang, Kecamatan Lembah Masurai.

    Masyarakat lokal yang hidup bertani dan bercocok tanam, memiliki harta karun kekayaan alam, sejarah dan budaya yang mempesona, antara lain atraksi alam danau hingga air terjun nan eksotis.

    Danau Depati Empat, yang luasnya 8 (delapan) kali Danau Pauh seluas ± 30 Ha, relatif belum banyak dikunjungi wisatawan, yang berlokasi di Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat, sejauh 12 Km dari Danau Pauh. Menuju lokasi Danau Gedang, nama lain dari Danau Depati Empat ini, biasanya berjalan kaki selama sejam. Danau ini kaya dengan habitat ikan nila, yang akan dikeringkan dan dijual masyarakat, dengan istilah Ikan Krasak.

    Semburan air panas (geyser) terdapat di sejumlah lokasi, diantaranya di Talang Mentenang, Desa Muara Madras, dan Grao Sakti, Desa Renah Kemumu, 38 Km dari Danau Pauh, yang lokasinya yang berada di tengah Taman Nasional Kerinci Seblat.

    Air terjun dengan ketinggian kaskade bervariasi mulai puluhan hingga ratusan meter juga terdapat di kawasan ini. Di antaranya air terjun Sigerincing di Desa Tuo dan Puti Deber di Desa Peradun Temeras, Kecamatan Lembah Masurai. Juga air terjun Mentenang di Muara Madras, air terjun Sungai Hitam di Desa Renah Pelaan yang berjarak 6 Km dari Desa Muara Madras, air terjun Talang Tembago Desa Talang Tembago yang berjarak 13 km dari Desa Muara Madras, dan air terjun Rantau Suli yang berjarak 15 km dari Desa Muara Madras yang mudah diakses karena dekat dengan jalan umum.

    Berdiri tegak kokoh Masjid Rajo Tiangso di tengah Desa Muara Madras, dengan tinggalan Al-Quran tulisan tangan oleh Muhammad Amin, ulama Islam bergelar Rajo Tiangso.

    Selain terkenal kebersihannya, Desa Muara Madras juga memiliki Taman Bunga Hesti’s Garden, dipenuhi oleh bunga - bunga, yang sengaja ditanam dengan pola tertentu, sehingga menjadi menarik. Yang unik, bukan hanya berada dalam satu tempat khusus, tapi taman ini ditularkan ke seluruh bagian Desa Muara Madras. Taman bunga terlihat menghiasi di setiap sudut desa. Desa yang memiliki delapan dusun itu, Kampung Lereng, Kampung Tengah, Tanjung Aman, Lubuk Tamiang, Kampung Baru, Tanjaung Harapan, Pematang Raya dan Bukit Barisan, kini disulap seperti desa ter-romantis karena di setiap rumah penduduk dipenuhi taman bunga yang indah dan mengagumkan (http://www.jambiupdate.co/artikel-dipenuhi-taman-bunga-desa-muara-madras-jadi-desa-paling-romantis-di-merangin.html).

    Danau Pauh dengan background Gunung Masurai.


    AKSESIBILITAS

    Desa Muara Madras berjarak 431 Km dari Kota Jambi, berjarak 528 Km dari Kota Padang, dan berjarak 250 Km dari Kota Bungo, yang mempunyai bandar udara.

    Perjalanan dari Kota Bangko ke kawasan Desa Muara Madras berjarak 110 Km, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3 - 4 jam dengan menggunakan transportasi pribadi.

    Tipe jalan menuju kawasan adalah jalan aspal dengan lebar dua meter. Kondisi jalannya yang baik perlu dipertahankan agar membuat akses ke kawasan ini tidak begitu sulit.

    Hesti's Garden yang menularkan keindahan bunganya ke Desa Muara Madras.

    AKOMODASI

    Kawasan Desa Muara Madras dan sekitarnya menyediakan fasilitas akomodasi, berupa homestay. Menurut keterangan yang dihimpun dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Merangin, terdapat 13 homestay siap untuk dipergunakan yang tersebar di Desa Muara Madras.

    Panorama sawah di Desa Muara Madras.

    SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG

    Sarana dan prasarana penunjang yang ada di sekitar kawasan Desa Muara Madras dan sekitarnya adalah :

    i.  Puskesmas.
    ii. Terdapat beberapa warung makan lokal.
    iii. Tersedianya jaringan telepon untuk provider selular, XL dan Telkomsel.

    Mau lebih tahu tentang Muara Madras, sebuah kawasan dengan kondisi alam masih asri, yang berada di dataran tinggi dan memendam tinggalan budaya Batu Silindriknya, bak “emas terurai” terpendam yang menunggu untuk ditemukan?

    Ayo kunjungi dan rasakan sendiri dengan membeli ready tour package dari kami kesini !
    Have a great day !

    LEMPUR LEKUK 50 TUMBI - KERINCI : MENGENAL DESTINASI WISATA JAMBI

    Kawasan Desa Lempur dan sekitarnya.
    Sejak jaman dahulu, kawasan ini telah teridentifikasi sebagai tempat yang kaya kondisi alamnya yang sangat menguntungkan untuk bercocok - tanam, terutama dalam menghasilkan kayu manis terbaik di Provinsi Jambi, karena iklim, topografi, suhu, kelembaban, sinar matahari, air dan ph tanah yang cocok. Kayu Manis (Cinnamomum verum, sin. C. zeylanicum) ialah sejenis pohon penghasil rempah - rempah yang merupakan salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5.000 tahun yang lalu, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab - kitab Perjanjian Lama (https://id.wikipedia.org/wiki/Kayu_manis). Hingga saat ini pun, kawasan ini tetap mempertahankan image tersebut, seiring dengan makin naiknya harga perkilo kayu manis di pasaran dunia saat ini.

    Budaya Kerinci Hilir masih sangat melekat di tiap desa dalam Kawasan Adat Lekuk 50 Tumbi. Sejarah Kerajaan Menjuto dan jalur perdagangan kuno, merupakan sepenggal cerita dari timeline kawasan ini yang patut untuk ditonjolkan.

    Beberapa waktu lalu, telah terbentuk Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi atas prakarsa penggiat pariwisata, masyarakat lokal dan didukung oleh perangkat desa di 5 desa sekitar Desa Lempur, yang telah memandang perlunya membentuk sebuah kelembagaan yang dapat memfasilitasi, secara independent, keinginan untuk memajukan pariwisata lokal sebagai sumber pendapatan bagi desa dan masyarakatnya.

    Prakarsa yang bersifat Bottom - Up ini diapresiasi oleh Gubernur Jambi H. Zumi Zola, S.TP, MA, dengan meresmikannya Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi dalam Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci Tahun 2016 dan menghadiri Pameran Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi yang bertempat di Danau Lingkat, Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi.

    Diharapkan, kemandirian dalam bergerak ini dapat terus berlanjut, hingga menjadikan desa tidak hanya bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan saja, namun juga menjadikan pariwisata sebagai sektor yang diunggulkan dalam menjaring pendapatan asli desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal yang bergerak dalam dunia pariwisata di Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi.

    Gubernur Jambi H. Zumi Zola, S TP, MA, mencoba fasilitas trekking tour package yang ditawarkan oleh komunitas penggerak pariwisata, Pencagura, dalam Pameran Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi.


    DAYA TARIK

    Danau Kaco yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, memang menjadi magnet utama bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kawasan Desa Lempur dan sekitarnya.

    Namun tidak hanya itu, atraksi alam lainnya juga menyumbang pesonanya untuk kawasan ini. Terdapat 4 (empat) danau lainnya (Lingkat, Nyalo, Duo, Kecik), membentuk formasi 5 (lima) danau ini lokasi trekking di kawasan Desa Lempur dan sekitarnya.

    Pesona alam lain, seperti Hutan Adat Lekuk 50 Tumbi dengan keanekaragaman hayatinya, Gunung Kunyit (2.400 mdpl) dengan legendanya sebagai tempat pertapaan Depati Parbo, Gunung Betuah dengan legendanya sebagai tempat pertapaan Si Gagak Hitam, Air Terjun Seluang Bersisik Emas juga dengan legenda tempat pertapaannya, menambah nuansa alam dan budaya Kerinci Hilir makin kental terasa saat mengunjungi kawasan ini.

    Pesona budaya Redab Regong, Musik Bambu Ketuk, Tari Tauh, Tari Lesung, Tari Rentak Kudo, Ritual Tegak Rumah, Tradisi Melemang Serentak yang dilaksanakan 1 - 2 hari sebelum Kenduri Sko diadakan, dan Benteng Pertahanan Depati Parbo juga tetap ada dan dapat disaksikan di kawasan ini.

    Untuk wisata religi dan sejarah, kawasan ini memiliki beberapa masjid kuno di Lempur Tengah (Masjid Kuno), Lempur Mudik (Masjid Syuhada) dan Lempur Ilir (Masjid Keramik); Makam Rajo Kecik (Mampado), Makam Putri Ayu Mariam dengan legenda selendangnya, Rumah Rajo di RT 03 Kampung Terendam - Lempur Tengah, beserta 5 (lima) Rumah Tuo lainnya, Batu Silindrik (Batu Meriam), dan 2 (dua) Batu Kursi di Lempur Mudik dan Simpang Desa Menjuto.

    Eksotika danau berwarna biru, Danau Kaco.

    AKSESIBILITAS

    Kawasan Desa  Lempur berjarak 388 Km dari Kota Jambi  lewat Jalan Lintas Tengah, berjarak 278 Km dari Kota Padang lewat Jalan Padang - Alahan Panjang, dan berjarak 217 Km dari Kota Bungo, yang mempunyai bandar udara, selain Kota Sungai Penuh, Bandar Udara Depati Parbo.

    Perjalanan darat dari Kota Sungai Penuh ke kawasan Desa Lempur berjarak 44 Km, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 (satu) jam perjalanan darat dengan menggunakan transportasi pribadi, atau ditempuh 1,5 - 2 jam dengan menggunakan angkutan umum dengan ongkos perjalanan sebesar Rp. 20.000,-, yang tersedia 2 (dua) kali waktu, yaitu pagi dan siang, dengan 3 (tiga) armada angkutan. Juga dapat dijangkau dengan menggunakan ojek dari Kota Sungai Penuh dengan ongkos perjalanan sebesar Rp. 70.000,- - Rp. 100.000,-/ trip.

    Tipe jalan menuju kawasan adalah jalan aspal dengan lebar lebih dari dua meter. Kondisi jalannya yang sebagian masih memerlukan berbaikan agar membuat akses ke kawasan ini tidak begitu sulit.


    AKOMODASI

    Kawasan Desa Lempur dan sekitarnya menyediakan fasilitas akomodasi, berupa homestay. Dalam beberapa tahun ini menunjukkan terjadi peningkatan berkait dengan usaha jasa akomodasi di kawasan Desa Lempur dan sekitarnya. Berikut tabel hotel, cottage, maupun homestay yang direkomendasikan tahun 2016, yang layak dari beragam penilaian bagi wisatawan untuk menginap di kawasan Desa Lempur dan sekitarnya, yaitu :
    Tabel Homestay Kawasan Desa Lempur dan Sekitarnya.
    SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG

    Selain sarana dan prasarana yang ada di dalam kawasan, sarana dan prasarana penunjang yang ada di sekitar kawasan juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan suatu objek wisata. Sarana dan prasarana penunjang yang ada di sekitar kawasan Desa Lempur dan sekitarnya adalah sebagai berikut :

    1)  Puskesmas dengan Instalasi Gawat Darurat yang buka 24 jam, berikut dokter yang siap 24 jam untuk emergency case.

    2)  Warung milik masyarakat di simpang jalan di Desa Lempur yang menjadi pusat kegiatan masyarakat sehari - hari hingga pasar mingguan di Desa Lempur dan sekitarnya.

    3)  Tersedianya jaringan telepon dan internet untuk 2 (dua) provider selular, XL dan Telkomsel.

    4)  Adanya beberapa rumah makan yang tersedia.


    Ayo kunjungi dan rasakan atmosfer alam dan budaya Kerinci Hilir disini !

    KAYU ARO - KERINCI : MENGENAL DESTINASI WISATA JAMBI

    Kayu Aro adalah sebuah kecamatan dengan 21 desa di Kabupaten Kerinci, yang berdiri pada tanggal 12 Juni 1996 berdasarkan PP No. 47/ 1996 dengan pusat pemerintahan di Batang Sangir. Desa - desa yang berada dalam naungan Kecamatan Kayu Aro, antara lain Desa Kersik Tuo, Desa Batang Sangir, Desa Bedeng Baru, Desa Bendung Air Timur, Desa Koto Baru, Desa Koto Panjang, Desa Koto Tengah, Desa Koto Tuo, Desa Lindung Jaya, Desa Mekar Jaya, Desa Mekar Sari, Desa Pasar Sungai Tanduk, Desa Renah Kasah, Desa Sangir, Desa Sangir Tengah, Sungai Bendung Air, Desa Sungai Dalam, Desa Sungai Sampun, Desa Sungai Tanduk, Desa Koto Periang, dan Desa Tanjung Bungo.

    Namun yang dimaksudkan dengan Kawasan Kayu Aro dan sekitarnya disini bukan hanya mencakup wilayah teritori kecamatan, tetapi lebih luas lagi, yaitu kawasan sekitar Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh.

    DAYA TARIK
    Daerah yang berhawa sejuk dan terletak di sepanjang Bukit Barisan ini juga terkenal dengan pesona alam yang unik dan indah. Daerah ini juga memiliki budaya yang kaya, bisa dilihat dari kenyataan bahwa hampir setiap desa memiliki ciri khas logat bahasa tersendiri yang berbeda antara satu desa dengan desa lainnya, meskipun desa itu sangat berdekatan. Sakti Alam Kerinci adalah sebutan lain dari Kabupaten Kerinci karena memiliki panorama alam yang kaya akan pesona.

    Gunung Kerinci puncaknya berada pada ketinggian 3.805 mdpl, merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia dan puncaknya merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatra, yang sering disebut Puncak Indrapura.

    Sementara itu, di kaki Gunung Kerinci terhampar perkebunan teh yang luas menghijau milik PTPN VI Kayu Aro. Teh Kayu Aro telah diakui sebagai teh kualitas no. 1 di dunia. Sebuah produk teh Ty Poo, perusahaan terkenal Inggris produsen teh premium duniayang memasok produk teh untuk keluarga bangsawan di Eropa, didirikan oleh Sir John Jr., memakai bahan baku Teh Kayu Aro. Bukan hanya itu, Ratu Belanda sejak Ratu Wihelmina, Ratu Juliana hingga Ratu Beatrix adalah penikmat Teh Kayu Aro, yang menghasilkan teh berwarna orange bening dengan rasa kental di lidah dan bertahan lama.. Perusahan Teh Kayu Aro dibuka oleh perusahaan Belanda dengan nama Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA) pada tahun 1925, merupakan perkebunan teh terluas di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya, dengan luas 3.020 hektar, yang rata-rata menghasilkan 80 ton daun basah per harinya. Dan uniknya lagi pengolahan Teh Kayu Aro ini, tidak berubah sejak jaman Belanda, yaitu pengolahan secara tradisional tanpa bahan pengawet dan bahan pewarna. Saat ini pengawasan perusahaan teh ini dibawah PT. Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI), mulai dari perawatan dan pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, pengemasan hingga pengiriman. Kualitas grade 1 dari teh ini tidak dipasarkan di Indonesia, hanya untuk perdagangan luar negeri, terutama Eropa dan Amerika, dengan harga jual pabrik $ 2.89,-/ Kg, dengan bandingan harga dengan harga satu merek yang dikemas di Inggris, dengan memakai bahan baku Teh Kayo Aro ini oleh Ty Poo diharga 1,8 Poundsterling untuk ¼ Kg, sedangkan harga di Indonesia untuk kemasan 1 box hanya berkisar Rp 3.500 saja. Kualitas grade 2 dan 3 juga dipasarkan tapi tentu rasanya berbeda. Jika grade 1 tanpa ampas dan serbuk, maka grade 2 dan 3 dicampur daun serta batang dan tentu saja warnanya tidak orange lagi. Kualitas grade 3 dipasarkan di Indonesia ke para produsen teh, sebagai bahan campuran dari bahan baku teh yang ada di Indonesia. Dan teh ini juga dipasarkan dalam bentuk kemasan oleh PTPN VI. (http://www.kompasiana.com/els766hi/teh-kualitas-terbaik-di-dunia-adalah-teh-kayu-aro-dari-kerinci-jambi-itu-ternyata-teh-favorite-para-ratu-di-eropa_550de9bf813311892cbc6057).

    Selain itu, Danau Gunung Tujuh juga dikenal memiliki daya tarik yang langka, yaitu berada pada ketinggian 1.950 meter dari permukaan laut dan oleh sebagian warga sekitar disebut juga dengan nama “Danau Dewa” ini memiliki luas sekitar ± 12 Km dengan kedalamanan lebih dari 40 meter, dikelilingi oleh gunung vulkanik yang memiliki tujuh puncak, serta memiliki puncak tertinggi berada pada ketinggian 2.732 mdpl. Tak hanya itu, Danau Gunung Tujuh juga merupakan danau kaldera yang memiliki keindahan dan geomorfologi yang luar biasa, karena beberapa kalangan meyakini danau ini sebagai radiator yang menjadi pendingin Gunung Kerinci, karena letaknya yang berdekatan.

    Ditambah lagi dengan ritual adat dan kesenian khas daerah ini, seperti Sike Rebana, Tari Rangguk dan paling populer saat ini adalah Tari Rentak Kudo, yang merupakan tarian massal yang selalu hadir dalam berbagai perayaan masyarakat setempat, menambah pesona daerah ini. Sehingga penyair - penyair setempat sering menyebutkan Kabupaten Kerinci dengan sebutan “Sepenggal Tanah Surga Yang Dititipkan Di Bumi”.

    Beberapa event budaya yang tetap dipertahankan pelaksanaannya, yaitu Ritual Selamat Gunung Kerinci dan Kenduri Sko di Desa Jernih Jaya, ikut menambah warna budaya masyarakat yang heterogen di kawasan ini. Tidak ketinggalan juga, kuliner khas Kayu Aro yang patut dicicipi saat mengunjungi kawasan ini, yaitu Sambal Pucuk Surian, Gulai Keladi, dan Cabe Wok. Juga di kawasan ini terdapat beberapa aset destinasi wisata yang belum terlalu dikenal, yaitu Rawa Ladeh, Rawa Bento, Goa Kasah dan Pengembangan Agro Wisata.


    AKSESIBILITAS
    Kawasan Kayu Aro berjarak 434 Km dari Kota Jambi, berjarak 195 Km dari Kota Padang, dan berjarak 293 Km dari Kota Bungo, yang mempunyai bandar udara, selain Kota Sungai Penuh. Perjalanan dari Kota Sungai Penuh ke kawasan Kayu Aro berjarak 41 Km, yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar satu jam dengan menggunakan angkutan umum dengan ongkos perjalanan sebesar Rp. 15.000,-/ trip. Juga dapat dijangkau dengan menggunakan angkutan umum dari Kabupaten Solok Selatan dengan ongkos perjalanan sebesar Rp. 5.000,-/ trip. Tipe jalan menuju kawasan adalah jalan aspal dengan lebar lebih dari tiga meter. Kondisi jalannya yang sebagian masih memerlukan peningkatan kualitasnya agar membuat akses ke kawasan ini tidak begitu sulit.

    Bandara Depati Parbo merupakan bandar udara perintis yang ada di Kabupaten Kerinci dengan panjang landasan pacu 1.400 m x 30 m, yang terletak 7 Km dari Kota Sungai Penuh atau berjarak 48 Km dari kawasan Kayu Aro, dengan jenis pesawat terbesar yang bisa beroperasi di bandar udara ini adalah F-50.


    AKOMODASI
    Kawasan Kayu Aro telah menyediakan fasilitas akomodasi, baik hotel, cottage, maupun homestay.
    Hasil identifikasi lapangan, menunjukkan terjadi peningkatan dari beberapa tahun lalu berkait dengan usaha jasa akomodasi di kawasan Kayu Aro.

    Berikut tabel hotel, cottage, maupun homestay yang direkomendasikan tahun 2016, yang layak dari beragam penilaian bagi wisatawan untuk menginap di kawasan Kayu Aro (belum termasuk Mess Pemda Kabupaten Kerinci), yaitu :

    No. Nama Fasilitas               Kategori                           Jumlah Kamar
    1.    Zahza                            Hotel Non Berbintang       24 Rooms Superior & Deluxe
    2.    Wisma Gunung Tujuh    Wisma                              10 Rooms Standart
    3.    Family                           Cottage + Homestay         09 Rooms + 16 Rooms
    4.    Paiman                          Homestay                         09 Rooms Standart
    5.    Subandi                         Homestay                         06 Rooms Standart
           Total Jumlah Kamar                                               74 rooms

    SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG
    Selain sarana dan prasarana yang ada di dalam kawasan, sarana dan prasarana penunjang yang ada di sekitar kawasan juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan suatu objek wisata. Sarana dan prasarana penunjang yang ada di sekitar kawasan Kayu Aro adalah :
    a) Puskesmas Kersik Tuo dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang buka 24 jam.
    b) Deretan toko yang menjual keperluan masyarakat dan wisatawan di dekat Tugu Macan,
    c) Tersedianya jaringan telepon dan internet untuk dua provider selular, yaitu XL dan Telkomsel,
    d) Adanya 11 (sebelas) rumah makan yang buka hingga jam 21.00 – 22.00, berada tidak jauh dari Tugu Macan.

    Datang dan nikmati kunjungan anda di Destinasi Kayu Aro - Kerinci - Jambi !

    TIPS MENGUNJUNGI TAMAN NASIONAL DI JAMBI - 2

    Memiliki 4 (empat) taman nasional dengan karakteristik yang berbeda dalam satu provinsi merupakan keunggulan dari pariwisata Jambi yang tidak dimiliki di daerah lainnya di Indonesia.

    Untuk menikmati alam di taman nasional, tentunya kita harus memperhatikan dan menjaga kelestarian alam dengan menjalankan aktifitas wisata yang bertanggung jawab.  

    Berikut lanjutan dari Tips Mengunjungi Taman Nasional di Jambi - 2

    11. Anda disarankan mengenakan baju atau kaos lengan panjang dan sepatu boot tinggi (plastik) atau jenis sepatu tahan air yang nyaman lainnya, untuk menghindari goresan duri rotan dan duri tumbuhan yang banyak  tumbuh di hutan dan menghindari lumpur serta hipotermia pada kaki basah.

    12. Selama perjalanan siang hari, persediaan air minum harus sangat diperhatikan untuk menghindari  dehidrasi tubuh anda.

    13. Untuk mencegah menempelnya lintah atau pacat pada kaki anda, disarankan memakai kaos kaki tebal dan menutup setiap celah pada bagian bawah tubuh anda dengan cara memasukkan ujung celana yang anda pakai ke dalam kaos kaki, agar tidak ada ruang terbuka untuk masuknya atau menempelnya lintah atau binatang kecil lainnya.

    14. Pastikan untuk membawa tas anti air untuk melindungi barang bawaan penting anda, seperti baju, kamera dan lainnya.

    15. Mintalah pendampingan Petugas Taman Nasional bersangkutan atau sewalah Guide lokal untuk lebih mengoptimalkan keamanan dan kenyamanan penjelajahan taman nasional anda.

    16. Sewalah Porter lokal yang berpengalaman apabila barang bawaan anda lumayan banyak. Negosiasilah terlebih dahulu di awal perjalanan menyangkut honor perhari, agar tidak terjadi salah komunikasi di akhir perjalanan anda.

    17. Di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas merupakan tempat hidupnya Suku Anak Dalam (Orang Rimba). Hormati larangan dan pantangan yang telah ditetapkan agar anda tidak didenda dengan sejumlah kain. Larangan untuk menebang beberapa jenis tumbuhan, larangan untuk mendokumentasikan tempat tinggal dan kaum wanita baik foto atau video, dan pantangan lainnya wajib anda patuhi untuk menghormati kearipan lokal Suku Anak Dalam.

    18. Untuk mencapai taman nasional di jambi, disarankan menggunakan mobil 4WD dan memiliki suspensi yang baik, karena kondisi jalan lumayan buruk dan sebagian tanah berlumpur, terutama di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas dan Taman Nasional Bukit 30.

    19. Cobalah untuk akrab dengan penduduk lokal karena mereka senang bergaul dengan wisatawan.

    20. Apabila anda tidak berpengalaman dan tidak mempunyai waktu untuk melakukan perencanaan perjalanan ke taman nasional di Jambi, silahkan untuk menghubungi tour planner kami.  

    Selamat perjalanan anda menyenangkan dalam menikmati keunikan dan keanekaragaman taman nasional di Jambi !

    TIPS MENGUNJUNGI TAMAN NASIONAL DI JAMBI - 1



    Provinsi Jambi yang terletak di tengah Pulau Sumatera, memiliki area yang cukup luas, yaitu 53.435,72 km2 dengan luas daratan 53.010,22 km2.

    Jambi memliki alam dengan keanekaragaman hayati yang cukup unik, mulai dari ekosistem dataran tinggi hingga pesisir pantai. Yang dibuktikan dengan adanya 4 (empat) taman nasional yang ada di Provinsi Jambi. Taman nasional itu antara lain :
    • Taman Nasional Kerinci Seblat (https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Kerinci_Seblat)
    • Taman Nasional Bukit Duabelas (https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Bukit_Duabelas)
    • Taman Nasional Bukit 30 (https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Bukit_Tiga_Puluh)
    • Taman Nasional Berbak (https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Berbak)

    Mengingat 4 (empat) kawasan ini merupakan wilayah taman nasional yang harus dijaga keaslian dan kelestariannya, anda harus maklum dan mengerti dengan banyaknya larangan yang harus dipatuhi oleh siapapun yang mengunjunginya. Berikut tips mengunjungi taman nasional di Jambi agar kunjungan anda lebih berkesan :

    1. Mengajukan permohonan izin masuk wilayah taman nasional melalui Kantor Balai Taman Nasional yang bersangkutan beberapa hari sebelum kedatangan untuk mempermudah perjalanan anda dengan melampirkan kartu identitas diri atau paspor anda.

    2. Saat mengunjungi taman nasional ini, anda dilarang untuk berburu, menangkap, menebang, memotong, membawa, mengambil serta memiliki binatang, tumbuhan serta bagian - bagiannya, baik dalam keadaan hidup maupun mati.

    3. Dilarang melakukan aksi vandalisme pada tumbuhan, batu, dan bangunan yang ada dalam taman nasional.

    4. Dilarang membuang sampah sembarangan dan bawalah sampah anda keluar dari taman nasional, dengan cara menyediakan plastik besar khusus sampah agar gampang sampah dibawa keluar dan tidak mencemari lingkungan taman nasional.

    5. Jangan membakar sampah atau membuat api sembarangan karena dapat memicu kebakaran hutan yang tidak diinginkan dan efek lainnya.

    6. Minimnya air bersih dan fasilitas lainnya di dalam taman nasional perlu anda cermati dengan baik saat menyiapkan keperluan logistik di awal perjalanan anda.

    7. Jangan lupa untuk menyiapkan keperluan pribadi demi keselamatan, seperti obat - obatan ringan maupun obat pribadi, sun-block dan krim anti nyamuk. Jangan lupa membawa jaket, jas hujan, kaos kaki, serta barang -  barang pribadi lainnya yang dianggap perlu. Untuk menghindari penyakit malaria, terutama di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas dan Bukit 30, ada baiknya anda membaca https://sgptours.blogspot.co.id/2013/12/malaria-and-prevention-by-namru.html .

    8. Hormati larangan untuk buang air besar/ kecil di suatu tempat di taman nasional.

    9. Musnahkan semua sisa makanan anda dengan benar agar tidak memancing hewan liar dalam taman nasional bergantung pada sisa makanan anda. Alam telah menetapkan siklus rantai makanan dengan bijak.

    10. Jika hendak mendirikan tenda, sebaiknya menjaga jarak sekitar ± 75 meter dari sumber air, seperti danau, sungai atau kolam, kecuali memang disediakan campsite dekat sumber air dan tidak ada tempat lain, seperti di Danau Gunung Tujuh. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pencemaran air dan efek limbah aktifitas manusia.

    BERSAMBUNG

    TUGAS POKOK PORTER WISATA - SGP TOURS JAMBI


    Porter memegang peranan penting dalam pelaksanaan tour di lapangan, khususnya aktifitas tour di luar ruangan. Mengapa ?

    Seperti kita ketahui, saat melakukan aktifitas diluar ruangan, pasti, membutuhkan banyak barang yang harus dibawa, termasuk keperluan pribadi. apabila terlalu banyak, pasti kita membutuhkan bantuan. Disinilah peran porter wisata dibutuhkan.

    Agar kerja di lapangan lebih maksimal hasilnya, maka ditetapkan beberapa standart tugas bagi Porter Wisata SGP Tours Jambi.

    Adapun tugas pokok dari Porter Wisata adalah sebagai berikut :

    1. Membawa dan mengamankan barang bawaan wisatawan, dengan standart berat yang ditentukan.

    2. Mempersiapkan lokasi dan memasang tenda untuk menginap wisatawan di hutan.

    3. Mengurus logistik bagi wisatawan.

    4. Menyiapkan api dan memasak bagi wisatawan.

    5. Menyiapkan tempat makan beserta lokasinya.

    6. Menyiapkan tempat MCK yang aman sesuai peraturan bagi wisatawan.

    7. Mengurusi masalah sampah dari aktifitas wisata.

    8. Perlu kemampuan untuk bekerja sebagai bagian dari tim, mengenali dan merespon masalah, dan melakukan tugas-tugas secara efisien dan dengan sikap positif.

    9. Melayani segala aktivitas tamu dengan sebaik mungkin agar menciptakan pencitraan yang baik bagi daerah tujuan wisata nya dan memberikan pelayanan bukan berdasar pada tips yang diberikan.

    Salam wisata !

    MALARIA AND PREVENTION BY NAMRU

    MALARIA AND PREVENTION
    by
    NAMRU (NAVAL MEDICAL RESEARCH UNIT)
    (UNDER THE AMERICAN EMBASSY)
    TEL.: 421 445763

    NAMRU which among other diseases researches Malaria in Indonesia, confirms that there are risks of Malaria in most national parks an tourist destinations in Jambi Province, Indonesia, and it is therefore recommended to use either prophylaxis or other means of protection (long sleeved shirts, long pants, socks and lots of mosquito creams).

    In most parts of Indonesia, the malaria mosquitoes are Chloroquine resistant, which means that Chloroquine drugs won’t give you enough protection.

    The following prophylaxis have been recommended by NAMRU:

    1. DOXYCYCLINE – 100 mg, also known under its short name DOXIN. This is a very strong antibiotics, that works well, and it is easily available at local pharmacies.
    MUST be avoided if pregnant, If in doubt about pregnancy, please have a test made first. Also not recommended for children below 8 years of age.
    When using Doxycycline make sure to apply appropriate sunscreen during day time to minimize the possibility of a photosensitivity reaction, which is a side effect of this medicine. As with other antibiotics, candida vaginitis is a frequent adverse effect.
    This medicine should be taken with food for optimal effect. Take a tablet and eat immediately afterwards, and make sure to drink enough water to wash it down.

    DOSE: The Doxycycline should be the 100 mg. per tablet. Take one tablet one day prior to travel, and then continue to take one tablet each day throughout the duration of stay in Malaria area. Continue for at least three weeks after returning to non-Malaria area. The official recommendation is four weeks after returning, but according to NAMRU three weeks should give you enough protection. MAKE SURE that you remember to eat this medicine each day, as a day of “not eating the medicine” will bring you right back to the start of the course. Doxycycline flushes out of your system very quickly, so for optimal protection, you just cannot skip a day. IT MUST BE TAKEN EVERY DAY!!

    2. MEFLOQUINE:  This drug is generally not available in Jakarta drug stores, but major embassies hold stocks for their nationals. MUST be avoided if pregnant or in doubt about pregnancy. Not recommended for children weighing less than 15 kgs. Also not recommended for patients taking beta-blockers, calcium-channel blockers or other drugs that may prolong or otherwise alter cardiac conduction. Patients with a history of seizure or psychiatric disorders and those whose occupation requires fine co-ordination or spatial discrimination should avoid Mefloquine.

    DOSE: One tablet on day one, one tablet on day two and one tablet on day three during the trip to Malaria area. Thereafter one tablet per week for four weeks after returning to non-Malaria area.

    3. PRIMAQUINE:  30 mg per day. Most tablets contain 15 mg, so you must take two tablets per day. Make sure that you are able to take this medicine as some people won’t be able to take it. People should take a test for G6PP (blood encyme) to make sure that they can take the medicine. If urine turns dark (without testing for G6PP) STOP taking PRIMAQUINE. Try to get the PRIMAQUINE produced in Singapore.

    DOSE: Take one tablet on the first day in Malaria area. Then one tablet each day spent in Malaria area. Continue to take 1 tablet each day for 3 days after leaving Malaria area.

    4. MALARONE:

    DOSE: Take one tablet one day before travel. One tablet per day during travel and  one tablet per day for 4 weeks after returning from travel to get protection also against the VIRAX Malaria, which is very prevalent in Papua.
       
    Even though you protect yourself with one of the above  drugs and/or  repellents, there is always a risk of getting Malaria. Remember to protect yourself against mosquito bites by using long pants, long sleeves and mosquito repellent as well. The “Virax” Malaria can relapse several  months  after you return from a Malaria area, although it is quite rare. The medicine to cure this is Primaquine, but you need a test to be done first. If you have this problem, please contact NAMRU for evaluation.

    SUGGESTED WOMEN’S TREKKING PACKING LIST WHEN VISIT JAMBI

    Lisbet Kvisgaard (Danish) and friends at Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi
    Remember that the above are only suggestions, but I can guarantee you, that they are all nice to have with you, when you are in the jungle in a simple lodging!
    • 5-7 PAIRS OF UNDERWEAR, OTHER UNDER GARMENTS;
    • 1 SLEEPING OUTFITS (a big T-shirt will do);
    • 5 PAIRS OF GOOD SOCKS;
    • 1-2 PAIRS OF GOOD TREKKING/RUNNING SHOES. Travel in one pair and bring the other pair as extras. Make sure that your shoes have proper tracking underneath;
    • 1 PAIR OF SANDALS, PREFERABLY TREKKING SANDALS (for mornings/evenings);
    • 7 T-SHIRTS;
    • 7 PAIRS OF SHORTS, or BICYCLE PANTS or OTHER KIND OF COMFORTABLE COTTON WEAR THAT YOU CAN MOVE ABOUT IN;
    • 1 LONG SLEEVED SWEATSHIRT (protection against mosquitoes as well);
    • 1 PAIRS OF LONG COTTON PANTS (protection against mosquitoes at night);
    • 6 SMALL “GOOD MORNING” TOWELS (these are excellent companions when you are trekking);
    • 1 BLOW-UP NECK CUSHION (The sort you place around your neck when travelling - or a proper blow-up cushion – to use as a pillow at night);
    • 1 FOAM SLEEPING MATTRESS OR ANY OTHER EASY TO CARRY MATTRESS (the self inflating ones are the best);
    • 1 SLEEPING SHEET BAG (Sewn together from a couple of sheets or one big one) OR AN EXTRA SARONG TO USE AS COVER;
    • 1 MOSQUITO NET (many nets are big enough to cover 2 persons);
    • 1 SARONGS (to use when bathing in the river/changing clothes     etc.);
    • 1 BATH TOWEL;
    • 1 SWIM OUTFIT (to wear when having your daily shower in the river);
    • 1 RAIN COAT/PONCHO or other preferred raingear;
    • 1 SUN HAT;
    • 1 FLASHLIGHT plus EXTRA BATTERIES (remember there is no electricity when we are in the forest);
    • 1  INSECT REPELLENT (Cream or Stick. Please avoid spray cans as they pollute and are a scare to people with asthma);
    • 1 SMALL MIRROR (Good to have so that you can remember what you look like! – a great gift to leave behind as well);
    • 1    BIG PLASTIC BAG (For dirty clothes);
      1     BUMBAG FOR MONEY AND PAPERS;
      1    SMALL BACKPACK FOR YOUR DAILY NEEDS of water, sweets, films, batteries, tissue etc. (things handy whenever we are trekking in the jungle);
      3    BAGS OF MIXED NUTS/RAISINS/SWEETS to nibble on during treks
      1    BOTTLE OF YOUR FAVOURITE EVENING DRINK (put it into a plastic bottle for safe transportation).
       SOAP and HAIR SHAMPOO;
    • TOILET PAPER or TISSUE (for all the days we’re in Siberut);
       HANDIWIPES (They make an excellent and fast “wash your hands after a visit to the bushes and before meals”);
    • SUNSCREEN and SUNGLASSES;
    • CAMERA and EXTRA CAMERA BATTERIES plus MEMORY STICK;
    • VIDEO CAMERA plus extra VIDEO BATTERIES;
    • TOILET ARTICLES and PRIVATE MEDICINE/MEDICATION (including Malaria Pills)
    • SMALL ZIP-LOCK PLASTIC BAGS (To pack all your clothes/towels etc. in as the bags will be pretty much out in the open during transportation/portering – remember that you want dry clothes every day!);
    It’s really easy to buy mosquito nets in Jakarta and all major towns in Indonesia. They are available at reasonable prices in PASAR BLOK M or PASAR MAYESTIK (Jakarta) or similar “Pasars”, and they are called “Kelambu” in Indonesian. Just get yourself a single one (they come in singles and doubles), and I think that white is the best colour. There are blue nylon ones available, but the holes are big enough for mosquitoes to get in, whereas the white ones are much more finely woven.
    The “Good Morning” towels are for sale in the “pasars”.

    A REMINDER: BRING A COPY OF YOUR KTP, KIM-S OR PASSPORT. THIS IS ALWAYS GOOD FOR IDENTIFICATION.
    PLEASE PAY ATTENTION TO THE SUGGESTIONS BELOW, AS SOME NIGHTS ARE SPENT IN A SIMPLE HOUSE/CAMP:
    HAPPY PACKING

    Suggested Women’s Trekking Packing List when visit Jambi
    By Lisbet Kvisgaard (Danish)

    5 BEST THINGS TO DO & SEE IN JAMBI - INDONESIA


    At The Glance
    Jambi is a province of Indonesia, located on the east coast of central Sumatra. The capital is Jambi city. The population of the province is 3.088.618 person (2010 BPS) with total area 53,435.72 km2

    Best Things To Do and See In Jambi

    1. Visiting Muarajambi Temples Compound Site and learn Malay Jambi Culture
    It is situated 26 kilometers east from the Jambi City at Muaro Jambi Regency. And also can be reach by local traditional boat about 1-2 hours. Its surviving temples and other archaeological remains are estimated to date from the fourth to thirteenth AD. Until now, this archaeological site includes 09 excavated temples and 82 ruins unexcavated, called as Menapo by local peoples, covered 3012 hectacres. It is one of the largest and best-preserved ancient temple complex in South East Asia. The Muarajambi Temples Compound Site were made of red brick, spread out along the banks of the Batanghari River. People of Muarajambi Village are malay ethnic with unique culture and traditions.

    2. Trekking to Lake Gunung Tujuh
    Lake Gunung Tujuh (in English : Seven Mountains) is a spectacular caldera lake of 960 hectares, located at an altitude of 1,950 metres and surrounded on all sides by the very steep slopes of Mt. Tujuh. This volcano has seven (tujuh) peaks, the highest of which is 2,732 metres. The lake measures about 4.5.kilometres long by 3 kilometres wide, and the greatest depth recorded is 40 metres. It is located near Kerinci Mountain, and all the surrounding hills and mountains are densely forested. It is accessible by a 1.5 (very fast) to three-hour (slow) walk along a small forest path leading straight up the mountain from the PHPA guardpost of Pesisir Bukit (alt. 1,400 metres), which in turn is a half-hour walk from Pelompek village. The track leads up to a point on the crater rim (alt. 2,010 metres), immediately south of the outlet river of the lake.

    3. Trekking to Lake Kaco
    Small blue lake in the middle of tropical rainforest, located in Kerinci Seblat National Park, Kerinci Regency, Jambi. 3-5 hours trekking from the nearest village, Lempur.

    4. Trekking at Bukit Duabelas National Park area and meet Anak Dalam Tribe
    Bukit Duabelas (meaning The Twelve Hills) is representative of lowland tropical rainforests in Jambi Province, lying between 30 m and 430 m above sea level.
    Anak Dalam (or Kubu) is the name of an isolated tribe whose members are still little touched by the influences of modernity. The Anak Dalam are mostly hunters, although they also grow edible tuberous plants. They also gather and trade products from the forest like honey, rattan and various kind of harsh. The Anak Dalam still lead a nomadic life and move to a new site whenever there is something wrong in their current place, or someone dies. It’s great experience to meet them for learning how they can survive in the forest.

    5. Climb Kerinci Mountain
    It is the highest active volcano in Indonesia (3,805 m asl.), located in Kerinci Regency, Jambi within the Kerinci Seblat National Park. If you are very lucky while climb, you will see Orang Pendek (Indonesian for "short person") is the most common name given to a cryptid, or cryptozoological animal, that reportedly inhabits remote, mountainous forests on this mountain and surrounding

    So, what's you waiting for ! 
    Lets visit Jambi for looking the another adventure of nature and culture experiences on Sumatra Island !